Rasa ialah akan tetap menjadi sebuah rasa jika demikianlah kita menghendakinya.
Yang jadi pertanyaan ialah apalah definisi dari rasa itu sendiri?
Saat ini, dengan beribu rasa yang memenuhi hatiku, aku berucap kepada Allahku
Berucap agar Dia dengan seluruh cinta kasih-Nya kepadaku mampu memampukan aku dalam mengenali dan mengolah rasa ini.
Tidak ada rasa yang tidak boleh ada selama itu semua berasal dari Sang Kuasa,
Namun sampai pada waktu mana rasa itu dibiarkan berjalan dan hidup, itulah yang harus kita pertanyakan..
Rasa membawa kita pada suasana, dan suasana membawa kita pada pengolahan diri
Pengolahan yang bagaimana? Entahlah
Ketika aku bahkan belum bisa menemukan definisi dari rasa itu sendiri, aku tidak mampu berbuat apa-apa
Dan
hanya menjalani tapak demi tapak dengan pertanyaan, pengharapan, dan
sedikit pengendalian ketika rasa itu mulai berkecamuk tiada henti
Kunikmati rasa ini, tetaplah kuberdiam dan merasakan dengan rasa yang tetaplah menjadi sebuah rasa
Rasa yang mungkin bisa menjadi sebuah cinta jika demikianlah Ayahku menghendakinya,
Keputusan-Nya ialah kebebasanku
dan kebebasanku ialah milik-Nya..
yang sungguh kutakutkan ialah mengikuti kehendakku sendiri..
Rasa
Kembali ke sebuah rasa
Yang pada akhirnya akanlah tetap menjadi sebuah rasa
Demikianlah aku dan rasaku saat ini
Dengan seluruh kekuatan dan cintaku untuk menikmati dan berusaha mencintai rasa ini
Tetap tinggal ialah salah satu usaha terbaik dalam proses pendewasaan
Pendewasaan rasaku dan rasamu
Kuberdoa untuk rasa ini
Rasa yang berbeda dan belum pernah kurasa sebelumnya
Semoga Tuhan memberkati setiap rasa ini sampai pada saatnya nanti
Saat ketika rasa telah terkuak dan menjadi nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar