Senang loh rasanya terpilih untuk mewakili STIKS Tarakanita
dalam kegiatan “Workshop Peningkatan Kompetensi Jurnalistik untuk Mahasiswa
Perguruan Tinggi Swasta Kopertis Wilayah III Tahun 2012” di Hotel Grand Ussu,
Cisarua. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 19-10 November 2012 ini memberikan
banyak hal baru untukku. Aku yang selama ini hanya menulis mengenai hal-hal
yang berbau sastra; novel, cerpen, kata-kata mutiara, mendapatkan suatu hal baru
dalam hal penulisan. Bahwa penulisan itu tidak hanya mengenai elemen-elemen
yang terkait dengan perasaan dan opini, melainkan fakta dan bukti yang nyata
dari suatu kejadian, peristiwa, atau pun sejarah.
Kegiatan ini dikemas dengan rapi, mulai dari pengenalan
jurnalistik oleh Narasumber IISP Jakarta, teknik menulis feature, pemilihan sudut pandang jurnalistik, penugasan liputan,
dan deadline penulisan hasil liputan.
Banyak hal baru disampaikan, terutama saat sesi teknik menulis feature oleh Redaktur Harian Republika.
Aku mendapat ilmu baru mengenai apa itu feature,
bagaimana aturan penulisannya, tipe-tipe feature, dan yang paling penting ialah aku mendapat point penting bagaimana mengawali
penulisan feature, yakni cari ide
yang menarik, menggelitik, dan menarik pembaca untuk berhenti sejenak pada
baris tersebut, tulis pada alinea pertama. Alinea selanjutnya hanya menerangkan
alinea pertama.
Selain penulisan feature,
aku mendapat pengalaman yang sangat berharga ketika wawancara. Pengumpulan data
untuk pembuatan feature. Aku
mengambil tema konsepsi kebahagiaan untuk featureku.
Setelah aku menuliskan hal-hal apa saja yang ingin kutanyakan pada responden, aku mulai menyusuri jalanan di sekitar hotel Grand
USSU bersama partnerku, Meita Farida
selaku fotografer yang bertugas untuk mengambil foto guna menunjang karya feature. Saat itu pukul 3 sore, hujan
mengguyur kota Bogor, dengan berbekal payung hotel, jaket, notes, bolpen,
kamera, kami berjalan bersama. Mengamati keadaan dan orang-orang yang kiranya
cocok untuk menjadi responden
featureku. Kami berhenti ketika
melihat seorang bapak-bapak penjual bakso keliling yang ternyata bernama Pak
Dedy. Bapak yang berumur 50 tahun yang memiliki 5 orang anak ini dengan senyum
lebar bersedia menjawab setiap pertanyaan yang kulontarkan.
Pukul 5 sore kami sampai di hotel, aku mulai merancang outline untuk featureku. Setelah itu, aku segera membuat feature dengan ketentuan yang mengerikan. Minimal 5 halaman A4,
dengan size 12, font arial, spasi 1.5, sulit sekali dalam waktu singkat membuat
sebuah feature dengan jumlah halaman
sebanyak itu. Aku tidak mau menyerah, aku berusaha semaksimal mungkin dari apa
yang kubisa lakukan. Pukul 7 malam featureku
selesai dan kuputuskan untuk menjadikan “Hanya Tentang Kebahagiaan” sebagai
judul. Deadline penulisan hasil
liputan pukul 8 malam, jika terlambat tidak akan diterima dan tidak akan
mendapatkan sertifikat.
Malam itu, dengan rasa lelah dan penat aku kembali ke kamar
setelah menyerahkan karyaku kepada panitia. Esok paginya diumumkan pemenang
dari karya feature, aku tidak menjadi
pemenang dalam kompetisi itu, tapi aku menjadi pemenang dalam kemajuan
penulisanku. Mahasiswa bernama Andri Joseph dari Universitas Multimedia
Nusantara (UMN) jurusan Ilmu Komunikasi Jurnlistik semester 5 menjadi juara feature terbaik.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai
universitas dan perguruan tinggi loh, ada UMN, Institut Kalbis, STIE Trisakti,
Universitas Mercubuana, dan masih banyak lain. Sekitar 100 perguruan tinggi,
yang masing-msing diwakili oleh 2 orang mahasiswa; jurnalis dan fotografer.
Pada akhirnya aku tidak hanya belajar mengenai ilmu
jurnalistik yang pasti nantinya berguna bagiku, tetapi aku juga mendapat
teman-teman baru. Teman-teman yang juga memiliki ketertarikan dalam hal
penulisan. Ini merupakan pengalaman yang tidak tergantikan.
Ayo, bagi kalian yang memiliki bakat atau ketertarikan dalam
penulisan, jangan segan-segan untuk mengembangkan. Belajarlah lebih banyak, dan
berlatihlah, karena menulis itu merupakan sebuah proses yang lama-kelamaan
menjadi semakin sempurna. Jangan takut salah, jangan takut karyamu jelek,
karena pada dasarnya setiap orang memiliki ciri khas sendiri dalam tulisan
mereka, dan tugasmu ialah mengembangkan itu. Oia, aku memiliki satu motto bagus yang selama ini memotivasiku
untuk tetap menulis, “Jika ingin menjadi penulis, menulislah!”. Mari menulis
dan biarkan dunia tahu bahwa kamu unik J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar