Sebagian mahasiswi di STIKS Tarakanita tinggal di sebuah asrama yang
tergabung secara langsung dengan kampus, kapel, dan rumah para biarawati
kongregasi CB. Aku merupakan salah satu diantara 96 mahasiswi yang
memutuskan menghabiskan separuh waktu dari kuliah kami tinggal di sebuah
asrama bernama Asrama Mediatrix. Asrama ini terbagi atas 4 blok/ rumah.
masing-masing rumah memiliki nama tersendiri; Theresa, Emma, Lidya, dan
Elisabeth. Satu blok terdiri dari 12 kamar yang masing-masing kamar
bisa ditempati oleh 2 orang. Aku tinggal di blok Theresa, lebih tepatnya
Theresa kamar 5. Sebuah kamar yang kutempati sejak semester 1.
Suka duka tinggal di asrama, yah aku akan memulai dengan hal-hal
yang kusebut "cobaan atau hal-hal yang membuat senyumku terhambat"
haha.. duka, yah di saat teman-temanku yang lain (yang tidak tinggal di
asrama, entah itu tinggal bersama keluarga mereka atau tinggal di sebuah
kos-kosan) bisa menjalani hidup mereka sesuai pilihan mereka (tentunya
dengan berbagai pertimbangan, jika aku memandang dari sudut akulah yang
menjadi mereka), aku harus menjadi formandi dari berbagai aturan yang
dibuat oleh para biarawati. Meskipun kutahu pasti bahwa semua aturan
yang mereka buat ditujukan untuk kebaikanku-kami-, namun secara disadari
atau tidak disadari semua itu sedikit menghambat kekreatifan kita dalam
menjalani sebuah kehidupan. Seolah semua sudah tertata rapi, dan kita
hanya diposisikan sebagai seseorang yang mau tidak mau harus menjalani
itu.
Ada tipe orang yang hanya mengikuti saja, menjalani
setiap aturan dengan baik, namun disisi lain dan diwaktu yang hampir
bersamaan dia akan mengeluh atau bahkan mencaci maki keadaan tersebut,
tipe orang yang tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mau berbuat apa-apa
atas sesuatu yang tidak dia sukai. Ada juga tipe orang yang dengan
wajah bersuka menjalani setiap aturan dengan alasan "pencitraan dirinya
di mata orang lain menuntutnya untuk berlaku demikian", ada juga orang
yang bahkan dia tidak tau untuk apa peraturan itu dibuat dan mengapa dia
harus mengikuti aturan tersebut, berjalan dengan baik dan tanpa arti.
Ada orang yang dengan sadar mengikuti setiap aturan karena dia meyakini
bahwa semua itu untuk kebaikannya, tanpa manyadari bahwa "aku harus
mencoba berpikir dan bertindak secara mandiri, terlepas dari hal-hal
yang telah ditentukan oleh orang lain", dan ada juga tipe orang yang mau
mengikuti peraturan tersebut dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan
bahwa jika aku mengikuti peraturan tersebut apa dampak positif dan
negatifnya bagi diriku dan perkembanganku, tentunya tipe orang ini tidak
akan selalu berlaku taat dan mengikuti setiap kemauan yang diharapkan
orang lain terjadi dalam dirinya.
Kurasa aku tipe orang terakhir.
Suka yang kurasakan di asrama begitu banyak. Teman-teman yang
selalu membuatku tertawa dan menemaniku di berbagai situasi. Teman-teman
seangkatanku, Novia Astrini, Maria Bernadetta, Elisabeth Novitasari,
dan Ahnnes Louise, atau kami biasa menyebut diri kami 5 DETEKTIF.
Persahabatan kami bukanlah sesuatu yang sempurna, namun cukuplah untuk
dapat menyegarkan setiap kejenuhan yang ditimbulkan melalui berbagai
kejadian.
Aku juga mempunyai 3 orang adik yang lucu dan membuat kehidupanku
di asrama menjadi lebih 'sejuk', my roomy Septina Cahayani, Yashinta
Ariati, dan Ayu Mutiara Dewi. Aku yang memang tidak memiliki adik
kandung menjadi lebih kaya karena kehadiran mereka.
Oh iya aku juga memiliki 2 orang sahabat yang menyebalkan haha,
mereka ialah Novie Liany dan Astrid Lumban Gaol, tak jarang kami
bertengkar. Namun kekeraskepalaan kami itulah yang menyatukan kami,
diikuti dengan beberapa kisah cinta yang turut menyegarkan kehidupan
kami.
Dan tentunya 3 ekor anjing yang sangat kusayangi, bernama AB (eibi), Coklat, dan Blacky :)
Setiap kisah menjadi indah jikalau kita mampu memaknai hal tersebut, dan tentunya akan lebih baik jika kita fokus pada hal-hal yang menumbuhkan efek positif bagi diri kita, dan mulai menjadikan efek yang semula terlihat negatif menjadi sesuatu yang positif bahkan jauh lebih indah daripada apa yang terlihat.
Itulah kehidupan, dan aku bersyukur atasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar