Rabu, 17 April 2013

Asramaku, sesaat kehidupanku

Sebagian mahasiswi di STIKS Tarakanita tinggal di sebuah asrama yang tergabung secara langsung dengan kampus, kapel, dan rumah para biarawati kongregasi CB. Aku merupakan salah satu diantara 96 mahasiswi yang memutuskan menghabiskan separuh waktu dari kuliah kami tinggal di sebuah asrama bernama Asrama Mediatrix. Asrama ini terbagi atas 4 blok/ rumah. masing-masing rumah memiliki nama tersendiri; Theresa, Emma, Lidya, dan Elisabeth. Satu blok terdiri dari 12 kamar yang masing-masing kamar bisa ditempati oleh 2 orang. Aku tinggal di blok Theresa, lebih tepatnya Theresa kamar 5. Sebuah kamar yang kutempati sejak semester 1.

Suka duka tinggal di asrama, yah aku akan memulai dengan hal-hal yang kusebut "cobaan atau hal-hal yang membuat senyumku terhambat" haha.. duka, yah di saat teman-temanku yang lain (yang tidak tinggal di asrama, entah itu tinggal bersama keluarga mereka atau tinggal di sebuah kos-kosan) bisa menjalani hidup mereka sesuai pilihan mereka (tentunya dengan berbagai pertimbangan, jika aku memandang dari sudut akulah yang menjadi mereka), aku harus menjadi formandi dari berbagai aturan yang dibuat oleh para biarawati. Meskipun kutahu pasti bahwa semua aturan yang mereka buat ditujukan untuk kebaikanku-kami-, namun secara disadari atau tidak disadari semua itu sedikit menghambat kekreatifan kita dalam menjalani sebuah kehidupan. Seolah semua sudah tertata rapi, dan kita hanya diposisikan sebagai seseorang yang mau tidak mau harus menjalani itu.

Ada tipe orang yang hanya mengikuti saja, menjalani setiap aturan dengan baik, namun disisi lain dan diwaktu yang hampir bersamaan dia akan mengeluh atau bahkan mencaci maki keadaan tersebut, tipe orang yang tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mau berbuat apa-apa atas sesuatu yang tidak dia sukai. Ada juga tipe orang yang dengan wajah bersuka menjalani setiap aturan dengan alasan "pencitraan dirinya di mata orang lain menuntutnya untuk berlaku demikian", ada juga orang yang bahkan dia tidak tau untuk apa peraturan itu dibuat dan mengapa dia harus mengikuti aturan tersebut, berjalan dengan baik dan tanpa arti. Ada orang yang dengan sadar mengikuti setiap aturan karena dia meyakini bahwa semua itu untuk kebaikannya, tanpa manyadari bahwa "aku harus mencoba berpikir dan bertindak secara mandiri, terlepas dari hal-hal yang telah ditentukan oleh orang lain", dan ada juga tipe orang yang mau mengikuti peraturan tersebut dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan bahwa jika aku mengikuti peraturan tersebut apa dampak positif dan negatifnya bagi diriku dan perkembanganku, tentunya tipe orang ini tidak akan selalu berlaku taat dan mengikuti setiap kemauan yang diharapkan orang lain terjadi dalam dirinya.

Kurasa aku tipe orang terakhir.

Suka yang kurasakan di asrama begitu banyak. Teman-teman yang selalu membuatku tertawa dan menemaniku di berbagai situasi. Teman-teman seangkatanku, Novia Astrini, Maria Bernadetta, Elisabeth Novitasari, dan Ahnnes Louise, atau kami biasa menyebut diri kami 5 DETEKTIF. Persahabatan kami bukanlah sesuatu yang sempurna, namun cukuplah untuk dapat menyegarkan setiap kejenuhan yang ditimbulkan melalui berbagai kejadian.

Aku juga mempunyai 3 orang adik yang lucu dan membuat kehidupanku di asrama menjadi lebih 'sejuk', my roomy Septina Cahayani, Yashinta Ariati, dan Ayu Mutiara Dewi. Aku yang memang tidak memiliki adik kandung menjadi lebih kaya karena kehadiran mereka.

Oh iya aku juga memiliki 2 orang sahabat yang menyebalkan haha, mereka ialah Novie Liany dan Astrid Lumban Gaol, tak jarang kami bertengkar. Namun kekeraskepalaan kami itulah yang menyatukan kami, diikuti dengan beberapa kisah cinta yang turut menyegarkan kehidupan kami.

Dan tentunya 3 ekor anjing yang sangat kusayangi, bernama AB (eibi), Coklat, dan Blacky :)


Setiap kisah menjadi indah jikalau kita mampu memaknai hal tersebut, dan tentunya akan lebih baik jika kita fokus pada hal-hal yang menumbuhkan efek positif bagi diri kita, dan mulai menjadikan efek yang semula terlihat negatif menjadi sesuatu yang positif bahkan jauh lebih indah daripada apa yang terlihat.

Itulah kehidupan, dan aku bersyukur atasnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar